Jumlah kasus Tuberkulosis (TB) yang ditemukan dan dilaporkan di wilayah Kota Sukabumi tercatat mengalami peningkatan dalam periode awal tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Penanggulangan TB yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bersama kementerian kesehatan pada 11 Juni 2026 bertempat di Hotel Pertama Hijau.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan puskesmas, tenaga kesehatan, serta mitra kerja lintas sektor ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyakit TB masih menjadi permasalahan Global, dan memerlukan kerjasama dalam menangani penyakit TBC, berdasarkan data rekapitulasi yang masuk hingga akhir Mei 2026, dan jumlah temuan Kota Sukabumi menjadi salahsatu yang terbaik.

“jadi untuk menemukan penderita tbc itu memang kota Sukabumi adalah salah satu yang terbaik, tetapi ukuran keberhasilan penyakit tbc ini tidak diukur dari keberhasilan kita menemukan ,” jelasnya

Lanjutnya,Kota Sukabumi menargetkan angka temuan penderita tbc sejumlah 90 persen namun pengobatannya tidak sebanding dengan jumlah 76 persen, dengan hal tersebut kita perlu adanya kolaborasi bersama fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.ujarnya

Ketika diwawancarai usai membuka kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan angka penemuan kasus tbc semakin tinggi, dan nanti upaya-upaya selanjutnya ketika sudah ditemukan akan ada upaya pengobatan.
“Jadi ketika ditemukan kami pemerintah kota Sukabumi menargetkan sembilan puluh persen dari target dari sekitar 2000,maka ketika ditemukan 90 persen makan 90 persen nya juga harus berhasil diobati yang menjadi target pemerintah kota Sukabumi dalam upaya untukpenanggulangan tbc .”

Angka temuan penderita penyakit tbc sampai 2026 sebanyak 1400 yang sudah ditemukan,yang menjadi tantangan bersama setelah ditemukan dari 1400 tersebut tuntas dalam pengobatan TBC nya.jelasnya

Dalam rakor tersebut juga dibahas berbagai langkah percepatan penanganan, mulai dari peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan kontak erat penderita, hingga penguatan layanan di setiap puskesmas dan fasilitas kesehatan.